Business

Grab Akuisisi Stash Financial Rp 7,1 Triliun untuk Tingkatkan Investasi Digital

Grab Holdings baru saja mengumumkan langkah strategis yang menarik perhatian, yaitu akuisisi platform investasi digital asal Amerika Serikat, Stash Financial. Dengan menggunakan kombinasi tunai dan saham, Grab telah menetapkan nilai valuasi akuisisi ini mencapai 425 juta dollar AS, atau sekitar Rp 7,1 triliun. Ini adalah langkah besar dalam ekspansi Grab ke sektor layanan keuangan global, terutama setelah perusahaan ini mencatatkan laba tahunan pertamanya.

Detail Transaksi dan Skema Akuisisi

Dalam pengumuman resmi yang disampaikan, Grab akan mengambil alih 50,1 persen saham Stash pada tahap awal akuisisi. Rencananya, sisa saham lainnya akan diambil secara penuh dalam waktu tiga tahun setelah transaksi ini selesai, dengan nilai yang akan disesuaikan berdasarkan harga pasar wajar. Proses akuisisi ini ditargetkan untuk rampung pada kuartal III tahun 2026, tentu saja setelah mendapatkan persetujuan dari regulator terkait.

Saat ini, Stash Financial masih didukung oleh sejumlah investor institusional terkenal, termasuk:

– StepStone Group
– Serengeti
– University of Illinois Foundation
– T. Rowe Price
– Breyer Capital
– Goodwater Capital

Profil dan Kinerja Stash Financial

Stash didirikan pada tahun 2015 oleh David Ronick, Brandon Krieg, dan Ed Robinson. Perusahaan ini dikenal melalui aplikasi investasi inovatif yang memungkinkan pengguna mendapatkan imbalan berupa saham dari setiap transaksi harian mereka. Selain itu, Stash juga memiliki program kesejahteraan finansial untuk karyawan yang dinamakan StashWorks, yang menawarkan akses ke tabungan jangka pendek dan panjang.

Saat ini, Stash mengelola aset senilai sekitar 5 miliar dollar AS dengan lebih dari satu juta pelanggan berbayar. Grab memperkirakan bahwa Stash akan menghasilkan adjusted EBITDA lebih dari 60 juta dollar AS pada tahun 2028. Menariknya, meskipun Stash akan diakuisisi, perusahaan ini tetap akan beroperasi sebagai entitas mandiri, dengan merek, layanan, dan model pendapatan yang sudah terbentuk.

Transformasi Bisnis dan Kinerja Keuangan Grab

CEO sekaligus co-founder Grab, Anthony Tan, menekankan bahwa akuisisi ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Grab untuk menjadi penyedia layanan keuangan internasional yang terpercaya. Grab juga memiliki rencana untuk mengeksplorasi peluang dalam membawa solusi teknologi Stash, termasuk fitur AI Money Coach, ke pasar Asia Tenggara di masa depan.

Keputusan akuisisi ini didukung oleh performa keuangan Grab yang menunjukkan tren positif. Perusahaan melaporkan laba bersih sebesar 200 juta dollar AS (sekitar Rp 3,3 triliun) sepanjang tahun 2025. Ini adalah pencapaian yang signifikan, mengingat tahun sebelumnya Grab masih mengalami kerugian bersih sebesar 158 juta dollar AS. Selain itu, pendapatan tahunan perusahaan juga meningkat sebesar 20 persen menjadi 3,4 miliar dollar AS.

Strategi Pengembalian Nilai Pemegang Saham

Chief Financial Officer Grab, Peter Oey, menyatakan bahwa kondisi keuangan yang solid memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mempercepat ambisi platform dan memberikan nilai lebih bagi pemegang saham. Sebagai bagian dari strategi ini, Grab telah menyiapkan dana sebesar 500 juta dollar AS (sekitar Rp 8,4 triliun) untuk program pembelian kembali saham (buyback).

Selain akuisisi Stash, Grab juga telah mengakuisisi startup robotika berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Infermove. Saat ini, Grab melayani lebih dari 50 juta pengguna aktif bulanan di delapan negara di Asia Tenggara dan juga mengoperasikan layanan bank digital di Singapura, Malaysia, dan Indonesia melalui perusahaan asosiasi.

Insight Praktis

Langkah akuisisi ini menunjukkan komitmen Grab untuk terus berinovasi dan memperluas layanan keuangan yang ditawarkan kepada penggunanya. Bagi kita sebagai konsumen, ini bisa menjadi peluang untuk menikmati lebih banyak fitur dan layanan baru yang dapat membantu dalam pengelolaan keuangan.

Kesimpulan

Grab telah mengambil langkah berani dengan mengakuisisi Stash Financial senilai Rp 7,1 triliun, yang tidak hanya menandai ekspansi ke sektor investasi digital tetapi juga menjadi bagian dari transformasi perusahaan dalam layanan keuangan global. Dengan kinerja keuangan yang membaik dan rencana inovatif ke depan, Grab tampaknya siap untuk memainkan peran yang lebih besar di industri ini, memberikan nilai lebih bagi pemegang saham dan penggunanya.

Related Articles

Back to top button